Benih/bibit yang baik dari varietas unggul, berperan sangat penting dan strategis dalam peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas dalam usaha budidaya tanaman. Benih tanaman kelapa siap salur dapat diperoleh dari dua jenis pembibitan, yaitu pembibitan alamiah dan kultur buatan yang sering disebut kultur embrio. Benih kelapa yang unggul dapat diperoleh melalui Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma), pemilik kultivar, kebun Blok Penghasil Tinggi (BPT) kelapa yang sudah ditetapkan sebagai kebun sumber benih oleh Direktorat Jenderal Perkebunan dan dari penangkar benih yang telah memiliki Tanda Registrasi Usaha Perbenihan (TRUP).
Secara prosedur, buah kelapa untuk benih diperoleh dari Pohon Induk Terpilih (PIT) pada BPT Kelapa varietas unggul yang tumbuhnya baik, normal, sehat dan tidak terserang hama/penyakit.
Syarat Pohon Induk Kelapa yang baik, adalah:
1. Berumur 20-40 tahun,
2. Produksi tinggi (80-120 butir/pohon/tahun) secara terusmenerus dengan kadar kopra tinggi (25 kg/pohon/tahun),
3. Batangnya kuat (kokoh) dan lurus dengan mahkota seperti payung terbuka,
4. Tangkai daun pendek dan kokoh, helai daun pendek dan jumlah tandan keseluruhan antara 12-16 tandan,
5. Bebas dari gangguan hama dan penyakit.
Dari pohon induk tersebut dipilih buah yang tidak terlalu tua, yaitu buah yang berpenampilan empat perlima bagian kulit luarnya sudah berubah clan hijau atau merah segar menjadi cokelat kering. Buah kelapa dipetik dengan hati-hati kemudian dipilih yang memenuhi syarat dijadikan bibit.
Syarat dan ciri-ciri Buah Kelapa yang layak dijadikan benih, adalah:
1. Berumur ± 12 bulan, bentuknya bundar agak lonjong,
2. Kulit buah empat per lima bagian berwarna coklat, licin, kering, mulus dan sabutnya tidak luka,
3. Berukuran sedang, panjang buah berkisar 22-25 cm, lebar buah berkisar 17-22 cm,
4. Air buah cukup, apabila digoncang terdengar suara nyaring,
5. Bebas hama dan penyakit.
Buah kelapa terpilih disimpan terlebih dahulu selama ± 1 bulan di ruangan atau gudang yang berhawa segar dan kering, terhindar dari hujan dan panas matahari, suhu udara dalam ruangan 25-27°C untuk meningkatkan proses kemasakan buah. Penyimpanan buah dapat dilakukan dengan cara ditumpuk secara piramidal tunggal dan teratur, tinggi tumpukan tidak lebih dari 1 m, serta diamati secara rutin agar selalu dalam kondisi baik.